top
logo

Banner
Selamat Datang di Website Kami
FX Arief Poyuono ,SE Calon Anggota DPR RII PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 28 June 2013 18:40

ap

VISI : Berantas Korupsi ,Sejahterakan Rakyat

Misi : menjadi Pelayan Rakyat yang Bersih dari Korupsi

Last Updated on Friday, 28 June 2013 18:47
 
PERINGATAN HARI BURUH SEDUNIA :Buruh pelabuhan unjuk rasa di terminal Koja PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 15 June 2012 12:20

526214_252064954900521_1069172827_nJAKARTA. Sekitar 7.000 massa buruh mulai menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional di Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, Selasa (1/5). Mereka berasal dari Serikat Buruh Transportasi Indonesia (SBTI) dan Serikat Pekerja (SP) Pelindo.
Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menyatakan, buruh yang bekerja di kawasan pelabuhan menjadi kalangan pekerja yang paling tertindas karena mendapatkan upah yang tidak layak. "Buruh-buruh di pelabuhan yang paling perlu diperhatikan karena kebanyakan menerima upah yang jauh dari layak," kata Arif menjelaskan alasan pemilihan lokasi unjuk rasa.

Atas dasar itu, Arief dan rombongannya memilih tidak bergabung dengan kelompok buruh yang melakukan aksi di depan Gedung MPR/DPR dan Istana Kepresidenan. Ia menilai, saat ini buruh-buruh pelabuhan adalah kalangan yang paling patut mendapat perhatian.

Arief mengemukakan, rendahnya nilai pendapatan yang diterima pekerja pelabuhan memiliki kaitan dengan berbagai pungutan liar yang diterapkan petugas-petugas pelabuhan. Akibatnya, para pengusaha lebih terfokus dan mengeluarkan biaya yang tinggi untuk pembayaran pungutan-pungutan tersebut.

"Akhirnya, gaji pekerja kurang diperhatikan atau dibayar lebih rendah. Uang lebih banyak mengalir untuk bayar pungutan-pungutan liar yang tinggi di pelabuhan," kata Arief.

Hari ini massa buruh pelabuhan melakukan aksi penutupan jalur menuju TPK Koja. Aksi ini menjadi peringatan bagi pihak BUMN untuk mengingat nasib pekerjanya. Aksi ini juga merupakan alarm bagi oknum-oknum petugas pelabuhan yang kerap melakukan pungutan.

Selain itu, FSP BUMN Bersatu juga menyampaikan tuntutan agar pemerintah mempercepat proses restrukturisasi BUMN yang bermasalah. "Bahkan ada yang sudah tidak mampu membayar gaji karyawan, seperti PT Jakarta Lloyd (Persero)," ujar Arief.

Massa juga meminta KPK melanjutkan penyidikan atas beberapa kasus korupsi bernilai miliaran rupiah di sejumlah BUMN. Dua kasus di antaranya yang disebutkan Arief terkait dugaan korupsi di PT Pos Indonesia dan di PT Bukit Asam Tbk. (Fabian Januarius Kuwado/Kompas.com)

Last Updated on Friday, 22 June 2012 16:06
 
Nasib Buruh Terjepit , Pemerintah SBY telah Gagal PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 07 June 2012 13:41

Hari Buruh Internasional atau dikenal dengan sebutan “Mey Day” yang diperingati setiap tanggal 1 Mei merupakan hari bersejarah bagi kaum buruh dan seluruh rakyat didunia. May day lahir dari perjuangan panjang dan sengit kaum buruh. Dalam memperjuangkan kondisi kerja dan syarat-syarat kerja yang pada saat itu berada dalam belenggu perbudakan industri. Perjuangan ini di arahkan untuk kehidupan yang lebih sejahtera, manusiawi dan berkeadilan sosial. Peringatan Hari Buruh Internasional selalu memiliki makna penting bagi kaum buruh didunia tak terkecuali bagi kaum buruh di Indonesia, apalagi May Daytahun ini berada pada kondisi dimana Indonesia dalam masa krisis mutlidimensi.

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, buruh adalah mereka yang bekerja atau menerima upah/imbalan dalam bentuk lain. Terminologi atau istilah buruh ini kemudian diganti dengan tenaga kerja pada era Orde Baru karena konotasi “buruh” yang dinilai negatif. Sedangkan, Tenaga Kerja sendiri adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Buruh atau tenaga kerja ini bisa dibagi ke dalam kelompok pekerja “kasar” dan pekerja “profesional”. Pekerja “kasar” identik bagi pekerja yang melakukan pekerjaan mengandalkan kemampuan fisiknya. Sementara, pekerja “profesional” identik dengan pekerja yang bekerja dengan mengandalkan kemampuan intelektual dan keterampilannya dalam bekerja.

Last Updated on Tuesday, 28 August 2012 13:16
Read more...
 
« StartPrev12345NextEnd »

Page 1 of 5
Banner
Banner

Polling

Setujukah anda dengan Program Privatisasi BUMN
 
Banner
Banner

bottom
top

Latest News

Popular

Arsip

Links


bottom

Copyright © 2010 Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu
All Rights Reserved