FSP BUMN Bersatu Kirim Surat ke Jokowi

DEMI mendukung berjalannya Nawacita dan Trisakti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, Forum Serikat Pekerja (FSP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bersatu meminta Menteri Negara BUMN Rini Soemarno untuk segera mencopot Direksi Telkom dan Tsel. Pasalnya, di bawah kepemimpinan direksi yang sekarang masih banyak kelompok peminta upeti dari proyek di Telkom Grup dan terus merajalela.

"Begitu juga ada kelompok peminta upeti pengadaan di Telkom dan Telkomsel. Dan hal itu sepertinya dibiarkan oleh jajaran direksi," ujar Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono dalam siaran pers yang diterima, Minggu (7/8).

Menurut Arif yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, dirinya melihat kelompok tersebut dipimpin oleh inisial TRG, AS, dan BW. Langkah mereka, kata dia, sangat merugikan Tsehingga berpengaruh dengan pendapatan BUMN bidang telekomunikasi tersebut lantaran memberikan harga tarif yang murah pada pelanggan.

Arif menambahkan, pihaknya menemukan modus yang dilakukan oleh kelompok itu dengan meminta upeti sekitar 2-3% bagi kelompok di luar mereka yang mendapatkan proyek senilai Rp50 miliar ke bawah di lingkungan Telkom Group, khususnya Telkom dan Tsel. Jika tidak mau membayar, proyek itu tidak akan berjalan aman dan lancar.

"Beberapa rekanan Telkom dan Tsel banyak memberikan masukan pada FSP BUMN Bersatu dan mereka juga mengatakan telah melapor ke BOD Telkom/ Tsel, tetapi terkesan mereka melakukan pembiaran dan cuek saja. Ada apa ini?" ujarnya heran.

Ditegaskan Arif, patut diketahui bahwa orang yang berinisial TRG dahulu dekat dengan menteri pemerintahan sebelum era Jokowi dan banyak bergerak di bidang telekomunikasi dan kabarnya sempat akan didorong sebagai pengganti menteri BUMN untuk mengantikan Rini Soemarno.

"TRG juga punya lobi kuat dan jaringan di parpol penguasa pemerintah, walau akhirnya Presiden Joko Widodo tidak bisa dipengaruhi oleh dia," katanya.

Lebih lanjut Arief mengatakan FSP BUMN Bersatu juga akan mengirim surat kepada Presiden Jokowi tentang masalah upeti tersebut merupakan sebuah kegiatan yang menyebabkan biaya ekonomi tinggi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

“Diharapkan akan memberikan layanan baik bagi masyarakat dan mendukung Trisakti dan Nawacita," pungkasnya. (RO/OL-5)

Sumber: http://mediaindonesia.com/news/read/60529/fsp-bumn-bersatu-akan-kirim-surat-ke-jokowi/2016-08-08#